SEPERTI APAKAH HUBUNGAN MYSTICISM DAN SCIENCE ?

 

Oleh

 

Agung Trisetyarso

http://www.agungtri.cjb.net

 

(Tulisan ini berdasarkan asumsi-asumsi. Tulisan ini juga bukan jawaban, tapi hanya pertanyaan dari orang yang lahir di daerah Tanah Kusir, sering berkeliaran di Coblong & Mayestik, pernah mengenyam pendidikan di daerah Bandung Wetan, dan kemungkinan besar akan meninggal di daerah Coblong)

 

 

REFERENSI :

 

 

  1. Ayat Al-Qur’an Surat Fushshilat ayat 53 :

 

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar...”

 

  1. Ayat Al-Qur’an Surat Fushshilat ayat 53 :

 

“...Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)....”

 

  1. Perkataan Werner Heisenberg :

 

“It is probably true generally that in the history human thinking the most fruitful developments frequently take place at those points where two different lines of thought meet. These lines may have their roots in quite different parts of human culture, in different times or different cultural environments or different religious traditions; hence if they actually meet, that is, if they are at least  so related each other that a real interaction can take place, than one may hope that a new interesting developments may follow.”

 

Definisi “Mysticism” dan “Science” menurut OXFORD DICTIONARY :

 

  1. Mysticism: “The belief that knowledge of God and real truth can be found through prayer and meditation than through reason and the senses.”

 

  1. Science:”knowledge about the structure and behaviour of the natural and physical world, based on facts that you can prove, for example by experiments.”

 

  1. The Tao of Physics, Fritjof Capra.

 

  1. “Bringing Culture to the Physicists”, Surely You’re Joking, Mr. Feynman, Adventures of a Curious Character Richard F. Feynman.

 

  1. Perkataan  J. Michael Bishop,  co-recipient of the 1989 Nobel prize in Medicine and Physiology, writing in Science ( 1995, vol. 267, p. 1617.):

 

“In order to fully understand these pathways, we need a convenient and powerful model to complement the experimental research. Though there have been relatively few attempts to model signaling pathways using computers, it seems likely that this will very soon become a major area of study.”

 

 

  1. In his foreword to the 1st Bioengineering Consortium Symposium, Harold Varmus, then head of the NIH and a co-recipient of the 1989 Nobel Prize in Medicine, stated:

 

“Biological problems are too complex to be solved by biologists alone; we need partners in many disciplines, including physics, mathematics, chemistry, computer sciences, and engineering.”

 

 

SINTESIS ANTARA EXPERIMEN DAN TEORI

 

Mungkin diskusi ini lebih asyik kalau kita awali dari kisah Isaac Newton. Berdasarkan “Feynman Lectures on Physics vol.I”, prestasi Newton adalah ketika beliau dapat mempertemukan konsep matematika sederhana (yaitu +,-,:, dan x) dengan data yang dibuat oleh Galileo mengenai benda bergerak jatuh dalam gravitasi bumi.

 

Dampak dari “interaksi” dua konsep yang berbeda ini adalah munculnya konsep baru, yaitu Integral dan diferensial. Tidak sebatas itu saja, observasi Newton selanjutnya menghasilkan konsep baru yang kemudian dikenal sebagai “Hukum Newton”. Apa sebenarnya “Hukum Newton” ? “Hukum Newton” adalah penjelasan kuantitatif pertama mengenai hubungan antara sistem dan lingkungan.

 

Jadi, seperti dikatakan Heisenberg : “....the most fruitful developments frequently take place at those points where two different lines of thought meet.....”

 

Ironisnya, kemudian banyak umat manusia “hanya” menggunakan Integral dan diferensial begitu saja, tanpa mempertanyakan asal-usul datangnya kedua operator tersebut.

 

Tradisi hubungan antara experimen-teori ini kemudian terus berlanjut:

 

  1. Experimen dalam bidang listrik –magnet yang dilakukan oleh Cavendish dkk, diteruskan oleh observasi Faraday, Coulomb & Maxwell yang menghasilkan konsep elektrodinamika.

 

  1. Experimen dalam bidang fisika atom yang dilakukan oleh Stern-Gerlach, Anderson dkk, diikuti oleh observasi Schroedinger, Heisenberg, Dirac, Feynman dkk, yang menghasilkan konsep Quantum.

 

  1. Experimen dalam bidang biokimia yang dilakukan oleh para ilmuwan biokimia, yang kemudian sedang diikuti oleh observasi oleh para ilmuwan biofisika, biomatematika, bioinformatika & teknik biomedika. Observasi ini diperkirakan akan menghasilkan revolusi biologi sebagaimana revolusi fisika yang pernah terjadi di awal abad 20.

 

(Saya tidak mengetahui hubungan experimen-teori dalam bidang lain yang juga penting, seperti dalam bidang ilmu komputer (computer science), teknologi elektronika (electrical engineering), ilmu kedokteran (medical science), sosiologi (sociology) dll) 

 

Perkembangan teori Quantum sendiri sangat menarik.

 

Teori Quantum bersama dengan teori Relativitas Umum dan Khusus, dengan menggunakan bahasa matematika, berkembang dengan liar, dan memicu munculnya suatu disiplin ilmu baru, yaitu matematika fisika (fisika teori). Bidang ini adalah suatu bidang yang menjadikan matematika sebagai suatu perangkat eksperimen untuk menganalisa fenomena fisika. Tokoh-tokoh dibidang ini antara lain Paul Dirac, Richard Feynman, & Albert Einstein.

 

Yang lebih menarik, sejarah mencatat, ADALAH SEBUAH TRADISI bahwa SETIAP INVENTOR yang memegang peranan penting dalam abad 20, SELALU MEMILIKI INTERAKSI YANG KUAT DENGAN BIDANG INI. Sebutlah beberapa nama, seperti Robert Oppenheimer (Direktur Manhattan Project), John Von Neumann (Tokoh Komputasi Dunia), & Claude Shannon (pendiri teori informasi).

 

Lagi-lagi perkataan Heisenberg : “....the most fruitful developments frequently take place at those points where two different lines of thought meet.....” TERBUKTI !!

 

Tahun 1900-1970 tercatat terdapat penemuan-penemuan yang sangat fenomenal; seperti ditemukannya Quantum, Quantum Elektrodinamika, teori Quark, transistor, teori informasi, sampai dengan bahasa pemrograman C.

 

Salah satu penemuan yang paling menarik adalah teori Quark; Teori ini muncul dari perkawinan antara teori Quantum dengan bintang David, yaitu salah satu simbol yang sangat penting dalam agama Yahudi, dengan konsep Quantum. Lagi-lagi, pernyataan Heisenberg terlihat ampuh. Tapi dalam kasus ini, agak lebih ekstrim; yang dikawinkan tidak hanya konsep matematika dan data eksperimen ... tetapi juga konsep (simbol) agama !! Atau dengan kata lain Mysticism sudah campur tangan dalam Science !!

 

 

INTERVENSI SCIENCE KE MYSTICISM

 

Di bagian lain dari bumi ini, ada seseorang yang bernama Rashad Khalifa, yang menemukan aspek matematika dari Al-Qur’an. Di dalam “Mukjizat Al-Qur’an” Prof.Quraish Shihab tertulis bahwa Rashad menemukan bahwa banyaknya kata “Malaikat” = “Syeithan”, kata “akhirat”=”dunia” dll. Ini berarti apa ? Science sudah masuk wilayah Mysticism !!

 

Selain itu ada pula beberapa orang yang mengkaitkan antara ayat Al-Qur’an dengan Science, seperti Maurice Bucaille.

 

Lalu apakah ini terlarang dalam Islam ? Jelas tidak karena seperti sabda Nabi Muhammad : “Pikirkanlah mengenai ciptaan Allah swt., jangan pikirkan Dzat-Nya.”    

 

Selain itu, sebagai tambahan, di Al-Qur’an juga terdapat begitu banyak ayat yang sangat menganjurkan untuk mengobservasi alam. Silakan kunjungi :

 

Selama ini terdapat pertanyaan di benak saya ... selama ini Al-Qur’an yang kita pahami, adalah hasil dari Interaksi bahasa Arab Al-Qur’an dengan bahasa Indonesia/Inggris dll. Tapi pernahkan kita memikirkan, tafsiran apa yang kita peroleh jika kita menafsirkan Al-Qur’an dengan bahasa MATEMATIKA ?

 

Di lain pihak usaha mensinergikan antara filsafat (~Mysticism) Timur dengan Science barat juga dilakukan oleh Fritjof Capra dalam the Tao of Physics. Beliau mencoba menguak rahasia ajaran Zen, Budha dan Hindu, kemudian dicarikan semangatnya dalam fisika partikel.

 

Kisah “Bringing Culture to Physicists”, dalam “Surely You’re Joking Mr.Feynman”, juga menarik. Di sana dikatakan bahwa salah satu kuliah yang paling disenangi beliau adalah Babylonian Mathematics.Di kisah tersebut beliau juga mengatakan bahwa beliau dapat memecahkan kode suku manuskrip suku Mayan, yang ternyata memiliki arti fisis; Kode-kode tersebut ternyata menyatakan pergerakan planet. Bersama dengan Murray Gellmann, beliau memberikan kuliah sekitar pemecahan kode manuskrip suku Mayan.

 

 

TREND DI MASA DEPAN

 

Sekitar 100 tahun yang lalu, terjadi gelombang perubahan yang berdampak pada kehidupan manusia sekarang ini. Diantara penemuan yang membawa perubahan yang besar pada abad ke 20 adalah penemuan teori Quantum, aplikasi teori elektrodinamika oleh Edison, dan teori Informasi.

 

Abad ini, diprediksi sebagai abad revolusi biologi. Sebagaimana pernah terjadi revolusi fisika di awal abad yang lalu, awal abad ini diprediksi akan bermunculan berbagai invensi dalam bidang biologi yang melibatkan berbagai macam disiplin ilmu, seperti fisika, matematika, kimia, teknik elektro dan ilmu komputer.

 

Penemuan-penemuan di biologi pada abad ini, diperkirakan akan memiliki efek yang serius ke banyak bidang, seperti matematika, fisika, engineering, ilmu komputer dan ilmu kedokteran.

 

Akankah mysticism terlibat ? Tentu ini masih merupakan tanda tanya yang besar.

 

Dalam menyingkapi masa depan, menurut saya, berdasarkan ayat Al-Qur’an, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

 

1.      Ada kemungkinan intervensi mysticism ke dalam science semakin besar. Dasarnya adalah surat Fushshilat ayat 53.

 

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar...”

 

2.      Ada kemungkinan munculnya daerah/kawasan sebagai kiblat baru dalam sains & teknologi, atau bahkan peradaban. Argumennya adalah surat Ali-Imran ayat 140:

 

“...Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)....”

 

Kalau kita perhatikan, Inggris dan Jerman pernah memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan sains dan teknologi selama abad pertengahan, yaitu ditandai dengan munculnya para ilmuwan sekaliber Newton, Maxwell, Boltzmann, dll.

 

Kemudian oleh Tuhan, kiblat science pada abad 20 berpindah ke Amerika Serikat.

 

Juga tertulis dalam sejarah, bahwa kawasan Timur Tengah, benua Eropa, benua Afrika dan benua Amerika sudah pernah memegang peranan penting dalam  percaturan peradaban umat manusia. Tetapi ... tidak dengan Asia Tenggara.

 

Bagaimana dengan abad ini ? Hanya Tuhan yang tahu. Yang bisa kita lakukan adalah berharap, semoga Tuhan mengizinkan para ilmuwan dari Asia Tenggara, khususnya para alumni sebuah sekolah di kawasan Bandung Wetan, yang dapat mengusung revolusi di abad ini. Amiin.

 

"Back To My Homepage"